Insight

News

#minyakmentah#treding - PT. Midtou Aryacom Futures
Harga WTI stabil di bawah pertengahan $59,00 di tengah kekhawatiran perang dagang AS UE, meredakan kekhawatiran pasokan dari Iran
  • WTI kesulitan menarik pembeli di tengah kekhawatiran bahwa perang dagang AS-UE akan berdampak pada permintaan.
  • USD membalikkan sebagian penurunan hari Senin dari level tertinggi satu bulan dan membatasi pergerakan komoditas.
  • Meredanya kekhawatiran tentang gangguan pasokan dari Iran bertindak sebagai pendorong positif bagi penjualan minuman keras ilegal tersebut.


Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS kesulitan memanfaatkan kenaikan moderat hari sebelumnya dari sekitar pertengahan $58,00, atau titik terendah dalam satu minggu, dan berfluktuasi dalam kisaran sempit selama sesi Asia pada hari Selasa. Komoditas tersebut saat ini diperdagangkan sedikit di bawah pertengahan $59,00, hampir tidak berubah sepanjang hari di tengah sinyal yang beragam.

Presiden AS Donald Trump tampaknya telah menarik kembali ancaman intervensi sebelumnya di Iran, mengurangi kemungkinan serangan AS dan meredakan kekhawatiran tentang gangguan pasokan dari produsen minyak utama. Hal ini, pada gilirannya, dipandang sebagai pendorong bagi harga minyak mentah, meskipun kekhawatiran bahwa perang dagang antara AS dan Eropa dapat memengaruhi permintaan membatasi potensi kenaikan harga.

Faktanya, Trump bersumpah pada hari Sabtu bahwa ia akan mengenakan tarif tambahan pada barang-barang dari delapan negara Eropa yang menghalangi upayanya untuk mengakuisisi Greenland. Negara-negara besar Uni Eropa mengutuk ancaman tarif atas Greenland sebagai pemerasan dan sedang mempersiapkan berbagai tindakan balasan ekonomi yang belum pernah diuji sebelumnya jika bea masuk tersebut diberlakukan pada 1 Februari.

Hal ini menambah ketidakpastian geopolitik yang meningkat dan terus membebani sentimen investor. Arus dana anti-risiko, bersamaan dengan berkurangnya spekulasi akan dua kali lagi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS (Fed), membantu Dolar AS (USD) sebagai aset safe-haven untuk menahan penurunan semalam dari level tertinggi sejak 9 Desember. Hal ini, pada gilirannya, semakin berkontribusi untuk membatasi likuiditas gelap.

Para pedagang kini menantikan laporan PDB AS kuartal ketiga final , yang, bersama dengan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS, akan memberikan lebih banyak petunjuk tentang jalur penurunan suku bunga The Fed dan mendorong permintaan USD. Selain itu, berita utama geopolitik dan perkembangan seputar saga Greenland seharusnya memberikan dorongan yang berarti bagi harga Minyak Mentah.

By Admin Midtou
on 2026-01-20